Hetalia: Axis Powers - Rome

Menko Rizal luncurkan Sail Selat Karimata 2016

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli meluncurkan Sail Selat Karimata 2016 yang rangkaian acaranya dimulai Agustus-Oktober mendatang.

Inflasi Mei 0,24 persen, makanan penyumbang besar

Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan kenaikan harga di kelompok makanan jadi menjadi salah satu penyumbang inflasi pada Mei 2016 sebesar 0,24 persen.

MUI siap melawan kebangkitan PKI

Jakarta (ANTARA News) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan kesiapannya untuk ikut serta dalam upaya melawan kebangkitan paham komunisme atau Partai Komunis Indonesia (PKI).

Freddy Budiman: narkoba bikin hancur keluarga

Cilacap (ANTARA News) - Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman mengatakan bahwa narkoba membikin hancur keluarga sehingga harus dihindari.

Sertijab Kabareskrim Polri

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti (kiri) menyematkan tanda pangkat kepada pejabat baru Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Inspektur Jenderal Ari Dono Sukmanto (kanan) saat serah terima jabatan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (31/5/2016). Inspektur Jenderal Ari Dono Sukmanto yang sebelumnya menjabat sebagai wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri telah resmi menggantikan Komisaris Jenderal Anang Iskandar yang akan pensiun pada bulan Juni 2016. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc//16)

Selasa, 03 Mei 2016

Polri-BNN sita enam ton sabu-sabu pada 2015

Polri-BNN sita enam ton sabu-sabu pada 2015
Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Sebanyak enam ton itu kalau dikategorikan pemakai, berarti ada sekitar 30 juta orang yang berhasil diselamatkan,"
Tomohon (ANTARA News) - Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso mengatakan pada tahun 2015 Polri dan BNN berhasil menyita sebanyak enam ton narkotika jenis sabu.

"Sebanyak enam ton itu kalau dikategorikan pemakai, berarti ada sekitar 30 juta orang yang berhasil diselamatkan," kata Komjen Buwas pada peringatan Hari Pendidikan Nasional di Tomohon, Sulut, Senin.

Meski begitu, kata dia, sitaan barang haram seberat enam ton itu hanya 20 persen dari total sabu yang beredar di masyarakat.

Menurut dia, bentuk penghancuran negara ini salah satunya dengan menghancurkan generasi muda.

"Saat ini narkotika menyasar generasi anak bangsa, generasi muda, generasi produktif, generasi pemimpin bangsa ke depan. Narkotika menyasar golongan anak-anak SMA dan kuliah di perguruan tinggi," katanya.

Menurut dia, narkotika telah menjadi masalah bangsa dan negara, dan apabila mau utuh melihat, ini adalah ancaman buat negara karena tidak ada satu wilayah di Republik ini yang terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

Peredaran narkotika terjadi di seluruh wilayah, daerah termasuk di Kota Tomohon, umumnya di Kota Manado.

Mengapa terjadi hal ini? Menurut jenderal bintang tiga ini, semua tidak memahami narkoba dan tidak peduli terhadap masalah ini.

Indonesia, bahkan kata dia, telah menjadi pangsa pasar narkotika terbesar di ASEAN.

Menurut dia, kenapa jaringan narkotika menyasar anak SMA dan mahasiswa karena mafia narkoba yang dikendalikan suatu negara menginginkan Indonesia hancur.

Dan salah satunya adalah menyasar generasi anak bangsa yang produktif potensial yang bisa menjadi aset bangsa ke depan.

"Para mafia tidak berhenti sampai di situ, mereka berharap Indonesia tetap menjadi pangsa pasar terbesar di ASEANn. Sebagian keuntungan mereka dari hasil mengedarkan narkoba mereka biayai untuk regenerasi pangsa pasar," ujarnya.

Tujuannya adalah menggantikan pengguna sekarang ini karena pengguna narkotika tidak akan pernah sembuh, terjadi kerusakan permanen saraf otak yang pengaruhi organ tubuh lain.

Kerusakan otal berarti akan memperpendek usia, sehingga perlu regenerasi pangsa pasar yang kemudian menyasar taman kanak-kanak dan sekoah dasar, ujarnya.

Hampir 90 ribu anak-anak tanpa pendamping cari suaka di UE

Hampir 90 ribu anak-anak tanpa pendamping cari suaka di UE
ilustrasi Tentara Yordania memberikan makanan dan minuman kepada pengungsi anak Suriah usai mereka menyeberang perbatasan dari Suriah, dekat Mafraq, Senin (18/2/13). Menurut sumber Pasukan Bersenjata Yordania, sebanyak 89.000 pengungsi Suriah menghindari pertempuran di negara mereka dan menyeberangi perbatasan Yordania sejak awal 2013. (REUTERS/Muhammad Hamed )
Brussels (ANTARA News) - Sekitar 88.300 anak-anak tanpa pendamping mencari suaka di Uni Eropa pada 2015, 13 persen di antaranya di bawah usia 14 tahun, menyeberangi benua tanpa orangtua untuk mencari tempat aman, kata data UE, Senin.

Lebih dari satu juta orang, yang lari dari peperangan dan kemiskinan di Timur Tengah dan Afrika, mencapai Eropa pada 2015.

Data tersebut secara kasar dua kali lipat daripada data pada 2014 dan jumlah anak-anak tanpa pendamping bahkan meningkat empat kali lipat, kata badan statistik Eurostat.

Sekitar sepertiga dari 1,26 juta pemohon suaka yang pertama kali diajukan di UE pada 2015 adalah anak-anak.

Negara UE belum menyepakati cara untuk menangani arus terburuk pendatang sejak Perang Dunia II dan rasa benci pendatang berkembang, bahkan di negara yang lazim memiliki pendekatan murah hati untuk membantu pencari perlindungan.

Empat dari 10 anak-anak tanpa pendamping yang mengajukan suaka di Swedia, dimana beberapa pihak menyerukan pengecekan lebih ketat, curiga bahwa orang dewasa mengaku sebagai anak-anak untuk mendapatkan perlindungan, sesuatu yang mungkin tidak bisa mereka peroleh.

Data Eurostat itu terutama merujuk pada pencari suaka "yang dianggap sebagai anak-anak tanpa pendamping", yang artinya negara-negara UE menerima umur anak-anak yang disebutkan atau menentukannya sendiri melalui prosedur penilaian umur.

Lebih dari 90 persen anak-anak tanpa orang tua atau pendamping itu adalah anak laki-laki dan lebih dari separuhnya berusia antara 16 dan 17 tahun. Setengahnya adalah warga Afghanistan dan kelompok terbesar kedua adalah warga Suriah yang tercatat sebanyak 16 persen dari jumlah keseluruhan.

Setelah Swedia, Jerman, Hungaria dan Austria menjadi tujuan utama bagi pencari suaka anak-anak tanpa pendamping.

Dalam upaya menghalang arus masuk migran, UE menandatangani perjanjian dengan Turki untuk menghentikan orang-orang yang menyeberang dari negara itu menuju blok tersebut.

Turki menampung sekitar 2,7 juta pengungsi dari konflik di negara tetangganya Suriah, demikian Reuters.

Penandatanganan pakta integritas awali seleksi penerimaan Polri

Penandatanganan pakta integritas awali seleksi penerimaan Polri
Ilustrasi--Pendidikan Siswa Calon Polri. Ratusan siswa calon brigadir Polri saling memijit kepala sebelum mengikuti upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Brigadir Polri Tahun Ajaran 2015 di Sekolah Polisi Negara Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Selasa (4/8). (ANTARA FOTO/Ampelsa)
Manado (ANTARA News) - Penandatanganan pakta integritas mewarnai pelaksanaan rangkaian seleksi dalam penerimaan calon anggota Polri terpadu tahun anggaran 2016 oleh panitia daerah Sulawesi Utara.

Pembacaan dan penandatanganan pakta integritas itu dilakukan enam orang perwakilan, masing-masing dari panitia, orang tua, pengawas, calon taruna Akpol, calon siswa bintara dan tamtama, di Sekolah Kepolisian Negara Karombasan, Manado, Senin.

Pakta integritas yang dibacakan secara bergantian dan diikuti masing-masing pihak tersebut, pada intinya menolak segala bentuk praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) selama proses seleksi berlangsung.

Kapolda Sulut Brigjen Wilmar Marpaun mengatakan, dengan dibaca serta ditandatangani pakta integritas itu, maka semua pihak yang terkait dalam penerimaan ini telah sepakat untuk menghindari segala bentuk kecurangan.

Dia menegaskan, pelaksanaan setiap tahapan seleksi penerimaan calon anggota Polri mengedepankan prinsip "BETAH" yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

"Proses penerimaan dari awal hingga akhir diharapkan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Marpaung lagi.

Dia berharap calon taruna (catar) Akpol serta calon siswa (casis) Bintara dan Tamtama agar mulai menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku di lingkungan kepolisian.

"Seluruh catar dan casis agar membiasakan diri, mulai dari sikap, penampilan dan kedisiplinan. Selamat mengikuti seleksi dan semoga sukses," ujar Marpaung.

Hadir pada kegiatan itu, para pejabat utama Polda Sulut beserta Bhayangkari, panitia eksternal dari Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Ikatan Dokter Indonesia Sulut, Himpunan Psikologi Indonesia Sulut, LSM, dan Unika De La Salle Manado.

Komisi IX DPR soroti kasus demam berdarah

Komisi IX DPR soroti kasus demam berdarah
- (FOTO ANTARA News)
Jika kasus ini terjadi secara berlarut larut maka akan berimbas pada pariwisata Indonesia dan pariwisata Bali pada khususnya, mengingat Bali adalah jendela pariwisata Indonesia,"
Denpasar (ANTARA News) - Jajaran Komisi IX DPR RI menyoroti tingginya kasus demam berdarah di Bali yang dikhawatirkan dapat memengaruhi sektor pariwisata jika dibiarkan terjadi berlarut-larut.

"Jika kasus ini terjadi secara berlarut larut maka akan berimbas pada pariwisata Indonesia dan pariwisata Bali pada khususnya, mengingat Bali adalah jendela pariwisata Indonesia," kata anggota Komisi IX DPR RI Robert Rouw dalam kunjungan kerjanya ke Pemprov Bali, di Denpasar, Senin.

Menurut dia, akibat jumlah kasus demam berdarah yang begitu besar, sampai-sampai pasien demam berdarah dirawat di lorong-lorong rumah sakit. "Catatan kasus demam berdarah di Bali harus diberikan perhatian serius oleh pemerintah," ujar Robert.

Dari bulan Januari-April 2016 terdapat 30 orang yang meninggal dari 6.812 kasus DBD yang terjadi di Bali

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang sekaligus sebagai pimpinan rombongan Pius Lustrilanang menyampaikan kunjungan yang dilakukkan dalam masa reses Dewan ini bertujuan untuk menyerap langsung aspirasi serta menindak lanjuti permasalahan permasalahan yang dihadapi di provinsi maupun kabupaten/kota.

Pius berharap hasil kunjungan kali ini akan menjadi bekal bagi Komisi IX DPR RI untuk pembahasan tingkat lanjut di pusat.

Permasalahan pengintegrasian program Jaminan Kesehatan Nasional dengan Jaminan Kesehatan Bali Mandara juga menjadi bahasan dalam pertemuan ini.

Pengintegrasian JKBM dan JKN yang seharusnya dilakukan mulai awal 2017, akan ditunda hingga tahun 2019 sebagai bentuk akomodir aspirasi masyarakat Bali yang sebagian besar masih tetap menginginkan agar program kesehatan JKBM terus berlanjut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr I Ketut Suarjaya menyampaikan untuk saat ini dari 56 rumah sakit yang ada di Bali yang terdiri dari 15 RS Negeri dan 41 RS swasta masih memilki permasalahan persebaran rumah sakit yang tidak merata, serta ratio akan tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, bidan yang masih kurang.

Untuk itu, pihaknya sangat memerlukan dukungan pemerintah pusat melalui Komisi IX untuk segera menindak lanjutinya.

Komisi III DPR RI kunjungan kerja ke Sulut

Komisi III DPR RI kunjungan kerja ke Sulut
Ruhut Sitompul (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Manado (ANTARA News) - Anggota Komisi III DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Utara (Sulut), dalam rangka masa reses .

Anggota DPR RI Ruhut Sitompul, di Manado, Senin, mengatakan dalam masa reses tersebut melakukan kunjungan ke sejumlah daerah.

"Kami Komisi III dibagi dalam tiga kelompok antara lain ke Nusa Tenggara Barat dan Sulut," kata Ruhut di sela-sela kunjungan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Sulut.

Ruhut Sitompul mengatakan, di masa reses ini turun ke bawah, untuk mengetahui masalah yang dihadapi mitra kerja.

Hal ini berkaitan dengan fungsi kami, yakni legislatif, budgeting dan pengawasan.

Dalam kunjungan tersebut, telah mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Manado dan mendapat berbagai masukan seperti terkait dengan antara lain terjadinya kelebihan kapasitas dan toilet.

"Kami sudah lihat Lapas tersebut, dan banyak yang harus dibantu," katanya.

Selain Lapas Manado, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia, Komisi III juga melakukan kunjungan ke Kejaksaan Tinggi Sulut.

Rombongan Komisi III yang melakukan kunjungan ini dipimpin Ketua Rombongan Trimedya Panjaitan, serta sejumlah anggota antara lain Ruhut Sitompul, Wenny Warouw.

Sleman bentuk satgas pengawas UN SMP

Sleman bentuk satgas pengawas UN SMP
Ilustrasi--Pendistribusian Soal UN SMP. Pekerja memindahkan tumpukan soal Ujian Nasional (UN) SMP ke dalam mobil box di Pergudangan Sriwijaya Emas, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (28/4/2016). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Sleman (ANTARA News) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta membentuk satuan tugas pengawas untuk mengantisipasi kecurangan dalam Ujian Nasional tingkat SMP yang berlangsung mulai 9 Mei.

"Satuan tugas atau satgas yang dibentuk untuk pengawasan Ujian Nasional (UN) ini juga melibatkan pihak kepolisian," kata Kepala Bidang Kurikulum dan Kesiswaan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman Ery Wirdayana, Senin.

Menurut dia, pembentukan satgas guna mengantisipasi kecurangan dalam UN terutama masalah kebocoran materi soal.

"Pengawasan akan dilakukan mulai dari saat distribusi soal dari provinsi ke masing-masing kelompok kerja (Pokja) hingga selesai pelaksanaan UN. Pengawasan alur penyebaran soal kami serahkan ke pihak kepolisian," katanya.

Ia mengatakan, dalam proses distribusi soal, satgas akan melakukan mengamatan di setiap kecamatan, dan apabila diketahui terjadi kecurangan, maka satgas akan melaporkan ke Disdikpora Sleman untuk segera ditindaklanjuti.

"Kami akan melakukan pengawasan terhadap pendistribusian soal selama 24 jam. Pengawasan dilakukan secara bergantian baik dari Disdikpora Sleman maupun kepolisian dari Polda DIY maupun Polres Sleman," katanya.

Ery mengatakan, untuk mempersiapkan pelaksanaan UN, Disdikpora Sleman telah mengumpulkan panitia dan pengawas, untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

"Mereka telah diberi pembekalan dan memperoleh penjelasan langsung mengenai pelaksanaan UN bersih. Pada dasarnya kami sudah siap untuk menyelenggarakan UN. Baik UNBK dan paper based test (PBT)," katanya.

Ia mengatakan, untuk kelancaran pelaksanaan UN, orang tua diimbau untuk mendampingi anaknya dengan baik. Pasalnya, karena keikutsertaan UN di tingkat SMP akan mempengaruhi pendidikan di jenjang selanjutnya.

"Kami minta para siswa tidak perlu percaya dengan isu bocoran soal, yang penting belajar saja dengan baik," katanya.

Delapan ekor kukang dilepasliarkan di Tanggamus Lampung

Delapan ekor kukang dilepasliarkan di Tanggamus Lampung
Ilustrasi--Petugas menunjukkan hewan jenis kukang (Nycticebus coucang) yang diamankan oleh petugas Polsek Tegalsari, Surabaya, Jatim, Selasa (6/11). (FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat)
Bandarlampung (ANTARA News) - Delapan ekor kukang sumatera (nycticebus coucang) berumur 3 tahun yaitu empat individu jantan dan empat individu betina dibawa Tim Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) Bogor untuk dilepasliarkan ke kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Batutegi Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin.

Delapan hewan primata nocturnal tersebut, yang jantan Tamper, Tyson, Amstrong, Partos, serta betina Popy, Cute, Willi, Dandelion adalah hasil sitaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat di Serang, Banten pada November 2013 lalu dan merupakan barang bukti yang dititip-rawatkan di Pusat Rehabilitasi YIARI di kaki Gunung Salak, Curug Nangka Kabupaten Bogor.

Sejak tahun 2013, kukang itu menjalani serangkaian pemeriksaan medis, proses karantina, dan tahapan rehabilitasi seperti pengenalan pakan alami. Aktivitas, perilaku pakan, dan kebiasaan mereka juga diamati dan dicatat oleh perawat satwa untuk memastikan bahwa perilaku kukang sudah normal menjadi liar kembali.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis akhir, kondisi kesehatan kukang baik, tidak membawa penyakit, kondisi gigi dan tulangnya juga bagus. Perilakunya sudah liar, sehingga bisa masuk tahapan selanjutnya untuk dipulangkan ke habitat alaminya," ujar Manager Animal Care YIARI drh Wendi Prameswari.

Wendi mengatakan membutuhkan waktu yang lama untuk merehabilitasi satwa primata korban perdagangan ilegal seperti itu, mengingat kondisi awal kukang saat masuk pusat rehabilitasi cukup memprihatinkan.

Satwa itu mengalami dehidrasi, malnutrisi dan stres tinggi, giginya juga sudah terpotong.

"Gigi kukang yang terpotong kemudian ditambal oleh dokter hewan spesialis gigi, sehingga giginya tetap utuh dan mereka bisa dilepasliarkan," kata Wendi lagi.

Setelah selesai menjalani masa rehabilitasi, primata yang sifatnya soliter itu kemudian dipindahkan ke kandang habituasi di kawasan Hutan Lindung Batutegi untuk proses adaptasi.

Bentuk kandang habituasi atau rumah sementara kukang adalah lahan terbuka dikelilingi fiber plastik, di dalamnya tumbuh berbagai jenis pepohonan hijau untuk pakan dan tempat tidur kukang. Selama sekitar satu bulan kukang dibiarkan beradaptasi dengan habitat dan pakan alaminya.

Koordinator Survey Release Monitoring (SRM) YIARI Bobby Muhidin mengatakan tim melakukan monitoring untuk mengetahui perkembangan perilaku kukang di dalam kandang habituasi.

"Apabila menunjukkan perkembangan yang baik, mencari makan secara alami, beradaptasi dengan alam dan bisa survive, barulah kukang itu bisa benar-benar dilepasliarkan," kata Bobby lagi.

Guna memudahkan pemantauan setelah lepasliar, kukang terlebih dahulu dipasang radio collar pada bagian leher. Radio collar ini berfungsi sebagai pengirim sinyal yang nantinya ditangkap oleh antena dan menimbulkan bunyi di receiver (penerima sinyal).

Bunyi yang keluar dari receiver itu membantu tim monitoring untuk menemukan keberadaan kukang di alam. "Tim melakukan monitoring selama sekitar setahun untuk mengetahui perkembangan perilakunya di alam liar," ujarnya.

Translokasi kukang di kawasan Hutan Lindung Batutegi merupakan kerja sama program konservasi kukang sumatera antara YIARI dengan KPHL Lampung dan Seksi Konservasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu.

Hutan Lindung Batutegi dipilih sebagai lokasi lepasliar karena statusnya sebagai kawasan konservasi, sehingga bisa menjamin keselamatan kukang dari aktivitas manusia.

Selain itu, hasil survei tim YIARI menunjukkan keanekaragaman dan ketersediaan pohon pakan kukang di wilayah itu cukup tinggi.

Sejak tahun 2009 terdapat sekitar 113 kukang hasil rehabilitasi YIARI yang sudah dilepasliar di kawasan Hutan Lindung Batutegi Lampung.

Kukang atau yang dikenal dengan si malu-malu merupakan primata yang dilindungi berdasarkan ketentuan Undang Undang No. 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999.

Kukang juga dilindungi oleh peraturan internasional dalam Apendiks I oleh CITES (Convention International on Trade of Endangered Species), sehingga dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional.

Terdapat tiga jenis kukang di Indonesia, yaitu kukang jawa (Nycticebus javanicus), kukang sumatera (Nycticebus coucang), dan kukang kalimantan (Nycticebus menagensis).

Berdasarkan data IUCN (International Union for Conservation of Nature) Redlist kukang jawa termasuk dalam kategori kritis atau terancam punah, sedangkan kukang sumatera dan kalimantan termasuk dalam kategori rentan punah.

Direktur Program YIARI, drh Karmele Llano Sanchez mengatakan kukang banyak diburu untuk diperjualbelikan dan dijadikan peliharaan, sehingga jumlahnya di alam semakin berkurang.

Karena itu, ujarnya lagi, program rehabilitasi dan pelepasliaran ini diharapkan bisa menambah dan mempertahankan jumlah populasi kukang sumatera di habitat alami khususnya di Batutegi Lampung.

"Selain menambah populasi dan mempertahankan keberadaan kukang di alam, program lepasliar kukang di Batutegi juga merupakan upaya perlindungan dan pelestarian habitat," kata Karmele lagi.

Ancaman utama yang dihadapi kukang adalah perburuan dan perdagangan ilegal. Perdagangan untuk pemeliharaan menjadi salah satu faktor utama penyebab kepunahan kukang.

Perdagangannya terus terjadi karena tinggi permintaan kukang untuk peliharaan. Data YIARI 2013-2015, sekurangnya 200-250 individu kukang ditawarkan tujuh pasar di empat kota besar Indonesia tiap tahunnya.

Berdasarkan analisis data pemantauan online, selama Mei - Juli 2015 terdapat 400 individu kukang dipelihara oleh pemilik media sosial tersebut.

Pengiriman dari pemburu ke pedagang menyebabkan kukang mengalami stress. Dalam transaksi perdagangan, gigi taring kukang dipotong dan dapat menyebabkan infeksi pada mulut, sehingga nafsu makan berkurang.

Hal itu membuat kukang lemas, sakit dan berujung kematian. Jumlah kukang yang mati akibat pemeliharaan kian bertambah dan populasi kukang di alam pun semakin berkurang.